Search
Close this search box.
Search

Agara’ dari Punaga: Kisah Warga Pesisir Merajut Harapan lewat Rumput Laut

Bagi masyarakat Kabupaten Takalar, rumput laut merupakan salah satu komoditas unggulan yang dibudidayakan di hampir sepanjang pesisir Takalar. Komoditas ini tidak hanya menjadi sumber penghidupan utama bagi banyak keluarga nelayan, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. Data BPS menunjukkan bahwa produksi rumput laut Kabupaten Takalar merupakan yang terbesar di Sulawesi Selatan pada tahun […]

Krisis Iklim, Perlahan Mengikis Pesisir Desa Punaga: Kompleks Makam Terancam Hilang

Desa Punaga memiliki daya tarik yang sangat besar baik dari segi potensi sumber daya alam serta potensi wisata sejarahnya. Kompleks Makam I Sabbelo’mo Daeng Takontu merupakan cagar budaya yang dilindungi oleh negara, menjadi saksi bisu perjalanan panjang peradaban dan spiritualitas masyarakat Punaga.  Di tengah upaya dalam mempertahankan eksistensinya, krisis iklim menjadi ancaman nyata yang terus […]

Dipelukan Kassi Bumbung: Kisah Perempuan yang Melahirkan Ayam Jantan Dari Timur

Matahari terik mengiringi perjalanan menuju Desa Punaga, Kecamatan Laikang. Berjarak 16 kilometer dari pusat Kota Takalar. Dapat ditempuh sekitar 35 menit menggunakan sepeda motor. Di Desa Punaga, kami disambut dengan ramah oleh B. Tarru Maddolangan, seorang tokoh adat yang menjadi juru kunci Kompleks Makam I Sabbelo’mo Daeng Takontu, ibunda pahlawan nasional Sultan Hasanuddin atau yang […]

Laut Sehat, Nelayan Kuat: Sinergi Japesda dan Puskesmas Hunduhon

Kesehatan menjadi salah satu landasan utama untuk beraktifitas dan produktif. Penunjang utama ini tentu saja tidak akan serta merta terbangun sendiri, ada hal lain yang perlu untuk dijaga dan dipelihara dengan baik, seperti pola makan yang bergizi dan seimbang, gaya hidup, dan lain sebagainya. Di Desa Uwedikan sendiri, mata pencarian utama masyarakat adalah nelayan, hampir […]

Tananua Flores Gelar Pertemuan Tahunan: Meneguhkan Langkah untuk Pemberdayaan dan Keberlanjutan

Yayasan Tananua Flores (YTNF) menggelar pertemuan tahunan Tahun Buku 2024 selama dua hari, 12–13 Mei 2025, bertempat di Aula Bina Kerahiman, Kabupaten Ende. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian sepanjang tahun 2024 sekaligus merancang strategi dan rencana kerja tahun 2025. Pertemuan ini dihadiri secara lengkap oleh seluruh perangkat organisasi YTNF, mulai dari Dewan […]

Upaya Percepatan Penetapan Kawasan Konservasi Daerah Pulau Lanjukang, YKL Indonesia Gelar Konsultasi Publik

Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia menggelar konsultasi publik percepatan penetapan Kawasan Konservasi Daerah (KKD) Pulau Lanjukang Kota Makassar. Kegiatan yang digelar pada Kamis (22/05/2025) ini didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan dan Turning Tides serta dari Forum Sipabuntuliki. Adi Zulkarnain dari YKL Indonesia dalam sambutannya menyebut jika saat ini ada banyak tekanan […]

Gerakan Anak Muda Melindungi Pesisir, Laut dan Pulau Kecil di Indonesia Bukan Sekadar Peduli, Melainkan Bentuk Perlawanan

Pada bulan Desember 2000, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 22 Mei sebagai International Day for Biological Diversity (IDB). Kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai hari keanekaragaman hayati internasional.  Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran serta menumbuhkan kecintaan terhadap kelestarian keanekaragaman hayati atau biodiversitas.  Hari Keanekaragaman Hayati Internasional mengusung tema berbeda tiap tahunnya yang ditentukan oleh […]

Keanekaragaman Hayati Terancam, WALHI Sulsel dan Komunitas Suarakan Perubahan di BPSPL Makassar

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama PC IMM Kabupaten Maros, Green Youth Celebes dan Lembaga Pencinta Alam (LPA) HPPMI Maros menggelar aksi kampanye di depan kantor Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Kamis (15/05/2025). Aksi ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia yang akan diperingati pada pekan […]

Riset Jala Ina Sebut Tutupan Terumbu Karang Hidup Menyusut Drastis di Bawah 5%: Alarm Bahaya dari Laut Liang!

Hasil riset yang dilakukan oleh Jala Ina pada Februari 2025 menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di perairan Negeri Liang berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan. Penelitian yang dilakukan di tiga stasiun pengamatan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) mengungkap bahwa rata-rata tutupan karang hidup di bawah 5%, dengan rincian 2,01% di stasiun 1, 1,09% di […]