WALHI Sulawesi Selatan hadir di UNOC 2025: Suarakan Keadilan Laut dan Perlindungan Masyarakat Pesisir Pulau-Pulau Kecil

Hari ini, Konferensi Laut PBB, di Nice, Prancis, resmi dibuka. Pertemuan global ini dihadiri ratusan peserta, mulai dari perwakilan negara termasuk diplomat, perusahaan, akademisi, hingga perwakilan organisasi masyarakat sipil dari seluruh dunia. Salah satu perwakilan organisasi masyarakat sipil dari Indonesia yang menghadiri konfrensi laut PBB ini adalah Muhammad Al Amin, Direktur WALHI Sulawesi Selatan. Ia […]

Aktivis Greenpeace Membentangkan Spanduk Save Raja Ampat from Nickel Mining di Konferensi Nikel Internasional di Jakarta

Aktivis Greenpeace Indonesia bersama empat anak muda Papua dari Raja Ampat menggelar aksi damai untuk menyuarakan dampak buruk pertambangan dan hilirisasi nikel yang membawa nestapa bagi lingkungan hidup dan masyarakat. Tatkala Wakil Menteri Luar Negeri, Arief Havas Oegroseno, berpidato dalam acara Indonesia Critical Minerals Conference 2025 hari ini di Jakarta, aktivis Greenpeace menerbangkan banner bertuliskan “What’s […]

Dari 4 Mil ke 12 Mil Nelayan Melaut, Dampak Pasca 5 Tahun Tambang Pasir Laut di Perairan Spermonde

Green Youth Celebes dan WALHI Sulawesi Selatan kembali menggelar Diskusi Serial #2 Jejaring Perempuan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Nusantara. Diskusi Serial kali ini mengangkat tema “Lima Tahun Pasca Pengerukan: Potret Kehidupan Perempuan dan Biodiversitas di Kawasan Spermonde” Kepala Departemen Riset dan Ketertiban Publik WALHI Sulawesi Selatan, Slamet Riadi, menerangkan bahwa webinar kali ini konsen pada […]

Temuan Nexus3 dan Universitas Tadulako di Weda Bay: 47% Responden Memiliki Kadar Merkuri yang Melebihi Batas Aman

Pada bulan Juli 2024, Nexus3 Foundation bekerja sama dengan Universitas Tadulako, melakukan pengumpulan data primer secara komprehensif melalui pengujian dan analisis sampel lingkungan dan biologi. Sampel tersebut mencakup sedimen, air, ikan, dan darah dari penduduk di sekitar wilayah Weda Bay dan area tambang nikel. Senin (26 Mei 2025) Nexus3 Foundation bersama Universitas Tadulako merilis laporan […]

Punaga di Tengah Krisis Iklim: Antara Warisan Terancam Tenggelam dan Harapan yang Tumbuh

Saat ini dunia diperhadapkan situasi yang kian parah dampak krisis iklim. Akumulasi dari berbagai faktor penyebab telah mempengaruhi setiap lini kehidupan. Perjanjian Paris yang menjadi pedoman bagi 196 negara untuk membatasi kenaikan suhu global hingga 1,5 derajat celcius pada tahun 2030 seakan jauh api dari panggang. Meningkatnya suhu global, naiknya permukaan air laut hingga bencana […]

Laut Sehat, Nelayan Kuat: Sinergi Japesda dan Puskesmas Hunduhon

Kesehatan menjadi salah satu landasan utama untuk beraktifitas dan produktif. Penunjang utama ini tentu saja tidak akan serta merta terbangun sendiri, ada hal lain yang perlu untuk dijaga dan dipelihara dengan baik, seperti pola makan yang bergizi dan seimbang, gaya hidup, dan lain sebagainya. Di Desa Uwedikan sendiri, mata pencarian utama masyarakat adalah nelayan, hampir […]

Tananua Flores Gelar Pertemuan Tahunan: Meneguhkan Langkah untuk Pemberdayaan dan Keberlanjutan

Yayasan Tananua Flores (YTNF) menggelar pertemuan tahunan Tahun Buku 2024 selama dua hari, 12–13 Mei 2025, bertempat di Aula Bina Kerahiman, Kabupaten Ende. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian sepanjang tahun 2024 sekaligus merancang strategi dan rencana kerja tahun 2025. Pertemuan ini dihadiri secara lengkap oleh seluruh perangkat organisasi YTNF, mulai dari Dewan […]

Upaya Percepatan Penetapan Kawasan Konservasi Daerah Pulau Lanjukang, YKL Indonesia Gelar Konsultasi Publik

Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia menggelar konsultasi publik percepatan penetapan Kawasan Konservasi Daerah (KKD) Pulau Lanjukang Kota Makassar. Kegiatan yang digelar pada Kamis (22/05/2025) ini didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan dan Turning Tides serta dari Forum Sipabuntuliki. Adi Zulkarnain dari YKL Indonesia dalam sambutannya menyebut jika saat ini ada banyak tekanan […]

Gerakan Anak Muda Melindungi Pesisir, Laut dan Pulau Kecil di Indonesia Bukan Sekadar Peduli, Melainkan Bentuk Perlawanan

Pada bulan Desember 2000, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 22 Mei sebagai International Day for Biological Diversity (IDB). Kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai hari keanekaragaman hayati internasional.  Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran serta menumbuhkan kecintaan terhadap kelestarian keanekaragaman hayati atau biodiversitas.  Hari Keanekaragaman Hayati Internasional mengusung tema berbeda tiap tahunnya yang ditentukan oleh […]