Search
Close this search box.
Search

Program SEJALAN 2026 Ditutup, Jala Ina Siapkan Generasi Penjaga Pesisir dan Kepulauan Maluku

Program SEJALAN 2026 Ditutup, Jala Ina Siapkan Generasi Penjaga Pesisir dan Kepulauan Maluku

Program pendidikan alternatif Sekolah Jaga Kepulauan (SEJALAN) 2026 yang diselenggarakan oleh Jala Ina resmi ditutup setelah berlangsung selama dua minggu, sejak 9 hingga 24 April 2026. Program ini menjadi ruang belajar sekaligus ruang refleksi bagi generasi muda pesisir untuk memahami, merawat, dan melindungi wilayah laut dan kepulauan sebagai ruang hidup bersama.

SEJALAN merupakan bagian dari upaya pendidikan kritis berbasis masyarakat yang bertujuan membangun kesadaran dan keberpihakan terhadap isu pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil. Program ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan kesadaran ekologis, sosial, dan politik peserta terhadap krisis ruang hidup di wilayah kepulauan.

Selama pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai rangkaian kegiatan, mulai dari sesi kelas bersama mentor lintas bidang, diskusi kritis, praktik riset lapangan, hingga pelatihan open water diving dan scientific diving bersama instruktur dari Scuba School International (SSI). Pembelajaran ini dirancang untuk memperkuat kemampuan peserta dalam memahami kondisi ekosistem laut sekaligus melakukan praktik konservasi berbasis data.

Mengusung tema “Belajar & Bertindak Bersama: Menjaga Keberlangsungan Ruang Hidup Kepulauan”, SEJALAN menjadi ruang untuk mengingat kembali identitas masyarakat kepulauan, bahwa laut bukan sekadar bentang alam, melainkan sumber kehidupan, sejarah, dan masa depan bersama.

Peserta SEJALAN 2026 berjumlah 10 orang yang berasal dari wilayah pesisir di Maluku, khususnya dari Negeri Liang, Leihitu, dan Pulau Seram. Mereka dipilih melalui proses seleksi administratif dan wawancara untuk memastikan komitmen dalam menjaga ruang hidup di kampung masing-masing.

Salah satu bentuk kegiatan dari SEJALAN yakni sesi kelas bersama mentor lintas bidang. (Foto: Jala Ina)

Direktur Eksekutif Jala Ina, Muhammad Yusuf Sangadji mengatakan, bahwa program ini merupakan langkah kecil untuk tujuan besar, yaitu membangun generasi penjaga pesisir yang kritis dan bertindak. Kata Yusuf, SEJALAN bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang untuk merefleksikan kembali bahwa ruang kepulauan bukan hanya bentang yang luas. Di sekitarnya, ada kehidupan bersama manusia dengan manusia, dan manusia dengan lainnya yang sudah jadi sejarah.

“Kita mesti menggunakan pandangan yang holistik dan kosmosentris. Dengan begitu, ruang kepulauan sebagai tempat hidup bersama dapat terus dijaga keberlangsungannya. Sekolah ini adalah bagian dari pendidikan kritis dengan melihat pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil sebagai ruang depan; sebagai sumber penghidupan bersama; sebagai identitas kita.” kata Yusuf.

Sementara itu, salah satu peserta dari Negeri Liang, Ahmad Munir Wael mengapresiasi kelas SEJALAN yang dilaksanakan Jala Ina. Menurutnya, kelas serupa perlu sering dilakukan untuk memberikan pemahaman utamanya kepada anak-anak pesisir dan pulau-pulau kecil pentingnya menjaga dan merawat ruang hidup.

“Beta banyak belajar dari kelas ini, dan semoga menjadi kegiatan rutin, sehingga anak-anak pesisir punya ruang untuk belajar dengan teori dan praktik yang sesuai dengan konteks kepulauan dan masalah yang tong hadapi sebagai masyarakat pesisir,” kata pria yang kerap disapa Ile ini.

Setelah program ini berakhir, para peserta akan kembali ke kampung halaman masing-masing untuk melanjutkan proses belajar dalam bentuk praktik nyata, melakukan observasi, merawat ekosistem, serta membangun gerakan bersama masyarakat sebagai garda pelindung pesisir.

Melalui SEJALAN, Jala Ina berharap lahirnya inisiatif-inisiatif lokal yang memperkuat perlindungan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, serta memperjuangkan keadilan ekologis dan keberlanjutan ruang hidup di Kepulauan Maluku.

Foto utama: Pelatihan open water diving dan scientific diving menjadi bagian dari SEJALAN yang dilaksanakan oleh Jala Ina. (Foto: Jala Ina)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *