Tak Kasat Mata, Polusi Udara Ancaman Nyata Masyarakat

Polusi udara di Jakarta dan sekitarnya masih menghantui masyarakat sehingga menjadi ancaman serius yang meresahkan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah pertumbuhan industri dan urbanisasi yang pesat, tingkat polusi udara yang terus meningkat, memberikan dampak yang signifikan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Setiap napas yang dihirup oleh penduduk kota menjadi semakin berisiko, dengan partikel-partikel berbahaya dan […]
Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa Khususnya Kelompok Usaha Tani Perlu Dilakukan

Yayasan Tananua dalam mendukung kelompok usaha tani di desa kapasitas pendamping terus ditingkatkan. Langkah dan Kegiatan ini terus dilakukan oleh Tananua agar kemajuan kelompok Tani di desa dampingan dapat terwujud. Sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan yakni melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan kapasitas Pendamping dengan memberikan materi latihan untuk kemajuan kelompok Tani. Heribertus Se, sebagai maneger […]
Menyuarakan Krisis Plastik Melalui Piknik Bebas Plastik

Konsisten untuk terus menyuarakan pengurangan sampah plastik sekaligus memperingati Plastic Free July, Pawai Bebas Plastik kembali diadakan untuk tahun kelimanya. Ada yang berbeda pada pelaksanaan Pawai Bebas Plastik kali ini. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan parade di Car Free Day, Jakarta. Namun, untuk dapat memberikan sentuhan berbeda dan bisa lebih dekat dengan para audiens […]
Community Mangrove Camp di Kuri Caddi: Meningkatkan Awareness, Pulihkan Ekosistem Mangrove

Sejak dideklarasikan pada tahun 2004, World’s Mangroves Day yang jatuh pada tanggal 26 Juli setiap tahunnya dijadikan momentum bagi banyak pihak untuk melakukan aksi dan menyuarakan kampanye terkait pelestarian ekosistem mangrove. Namun, keberadaan ekosistem mangrove saat ini menghadapi berbagai ancaman, seperti alih fungsi lahan, penebangan liar, dan pencemaran. Kehilangan ekosistem mangrove tidak hanya berdampak pada […]
Saat Bumi Dilanda Triple Planetary Crisis

Bumi saat ini sedang menghadapi tantangan besar yang dikenal dengan Triple Planetary Crisis, yang terdiri dari perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati. Ketiga krisis ini saling berhubungan dan saling terkait satu sama lain, sehingga menimbulkan ancaman besar terhadap kelangsungan hidup manusia dan ekosistem di seluruh dunia. Perubahan iklim adalah salah satu aspek paling menonjol […]
WALHI Kritik Tata Kelola Mangrove Indonesia yang Mengalami Kemunduran

Setelah menyelesaikan perhelatan ASEAN Senior Officials on Forestry (ASOF) ke-27 yang diselenggarakan di Bogor, Indonesia–melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan (KLHK)–akan dipercaya melanjutkan keketuaan ASOF, yang sebelumnya dipegang oleh Kamboja. Sebelumnya, di dalam perhelatan ASOF ke-27 tersebut, Pemerintah Indonesia menyampaikan komitmen untuk mengawal isu mangrove selama memimpin ASOF. Di dalam forum tersebut, KLHK menyampaikan sejumlah […]
Simpul WALHI Gorontalo: Gorontalo Darurat Bencana Ekologis

Pada tanggal 7 Juli 2024, tiga kabupaten/kota di Provinsi Gorontalo, yakni Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango dilanda banjir dan tanah longsor. Per 12 Juli 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengidentifikasi korban terdampak banjir mencapai 36.100 jiwa. Jumlah ini di luar dari insiden longsor yang terjadi di wilayah pertambangan rakyat di Suwawa Timur, […]
Penolakan Reklamasi di Pantai Utara Kota Manado: Menjaga Ruang Hidup Nelayan

Mengapa Penolakan Reklamasi Penting? Reklamasi pantai telah menjadi isu krusial yang menyentuh banyak aspek kehidupan masyarakat pesisir. Khususnya di kawasan pantai utara Kota Manado, rencana reklamasi seluas 90 hektar telah menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan nelayan dan warga setempat. Penolakan terhadap reklamasi ini bukan tanpa alasan. Para nelayan dan warga merasa bahwa reklamasi akan mengancam […]
Masyarakat Adat Biak Mempertahankan Tradisi Snap Mor

Ratusan Masyarakat Adat Suku Biak berduyun-duyun pergi ke pantai. Mereka hendak menangkap ikan secara tradisional. Budaya ini kerap dilaksanakan Masyarakat Adat Suku Biak pada saat air laut pasang besar hingga surut besar yang terjadi di saat bulan sabit dan bulan purnama pertama di bulan Juni hingga Oktober. Cara menangkap ikan secara tradisional ini disebut Snap […]