Search
Close this search box.
Search

Eropa Tancap Gas Energi Angin 100 GW, Indonesia Punya Potensi Besar Tapi Masih Tertinggal

Eropa Tancap Gas Energi Angin 100 GW, Indonesia Punya Potensi Besar Tapi Masih Tertinggal

10 negara Eropa bersepakat untuk meningkatkan upaya dalam menciptakan energi bersih melalui kesepakatan untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Angin di lepas pantai Laut Utara. Hal ini menjadi sebuah langkah signifikan dalam berkontribusi mengurangi jejak karbon global.

Di dunia yang semakin tidak stabil, Uni Eropa semakin memperkuat energi bersih sebagai jalan menuju kedaulatan dan kelimpahan energi, melindungi, dan memperkuat keamanan nasional dan regional.

Dilansir oleh The Guardian negara-negara tersebut akan membangun pembangkit listrik tenaga angin di laut yang terhubung langsung ke berbagai negara melalui kabel bawah laut tegangan tinggi. Rencana pembangunan tersebut diharapkan mampu menyediakan 100 GW atau jika dikonversi mampu menyuplai linstrik sebanyak 143 juta rumah di Eropa.

Adapun 10 negara yang bersepakat yakni Inggris, Denmark, Jerman, Prancis, Irlandia, Norwegia, Luxemburg, Islandia, Bergia dan Belanda. Komitmen bersama ini diuraikan dalam ‘Deklarasi Hamburg’, yang disepakati hari ini pada KTT Masa Depan Laut Utara. 

Mengutip rilis dari Pemerintah Inggris menyebut kesepakatan yang disetujui hari ini berarti, untuk pertama kalinya, negara-negara Laut Utara telah setuju untuk menyediakan 100 GW tenaga angin lepas pantai ini melalui proyek energi bersih bersama. Ini akan mencakup di laut yang terhubung langsung ke lebih dari satu negara melalui interkonektor.

Energi Terbarukan Semakin Cerah

Proyek pembangunan energi bersih ini menarik investasi sebesar €1 triliun pada tahun 2040. Tiga tahun lalu, negara-negara Laut Utara berjanji untuk membangun 300 GW tenaga angin lepas pantai di Laut Utara pada tahun 2050, sebagai tanggapan terhadap invasi ilegal Putin ke Ukraina dan persenjataan pasokan energi Eropa. 

Menteri Menteri Energi, Ed Miliband menjelaskan jika kesepakatan ini membela kepentingan nasional kami dengan mendorong energi bersih, yang dapat membebaskan Inggris dari ketergantungan pada bahan bakar fosil dan memberi kami kedaulatan dan kelimpahan energi.

“Setelah lelang energi terbarukan kami yang mencetak rekor, hari ini kami melangkah lebih jauh dengan menandatangani pakta keamanan energi bersih dengan sekutu Eropa untuk memastikan kami memaksimalkan potensi energi bersih untuk Laut Utara,” ujarnya.

Miliband juga diperkirakan akan menandatangani pernyataan niat dengan Jerman, Belgia, Denmark, dan Belanda untuk membuka proyek-proyek listrik lintas batas di lepas pantai, dengan fokus pada perencanaan bersama dan pembagian biaya.

Aksi puluhan orang di depan Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada tahun 2023 menyuarakan transisi energi bersih. (Foto: Koalisi Bersihkan Indonesia)

Hasil penting lainnya yang diharapkan dari kesepakatan ini yaitu jaringan listrik lepas pantai yang saling terhubung dan membuka proyek-proyek listrik lepas pantai lintas batas, dengan fokus pada perencanaan bersama, pembagian biaya, dan pengaturan pasar untuk mempercepat pelaksanaannya.

Inggris menyetujui kerangka kerja untuk memperdalam kolaborasi Jerman dan Inggris dalam aset hibrida lepas pantai. Ini adalah infrastruktur energi bawah laut canggih yang menggabungkan koneksi pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai dengan interkonektor listrik. Hal ini akan menempatkan perusahaan Inggris di garis depan teknologi jaringan listrik, membuka peluang ekspor, dan mendorong pertumbuhan.

Tahun lalu, energi angin dan surya melampaui bahan bakar fosil dalam pembangkitan listrik di Uni Eropa, menghasilkan 30% dari total listrik blok tersebut.

Bagaimana dengan Indonesia

Indonesia sendiri telah mengembangkan energi bersih melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Sulawesi Selatan yakni di Kabupaten Sinjai dengan kapasitas 75MW dan Kabupaten Jeneponto dengan kapasitas 72 MW. Adapun ketiga direncanakan akan dibangun di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, potensi angin di Indonesia yakni sebesar 154,6 GW dengan rincian potensi angin onshore sebesar 60,4 GW dan potensi angin offshore sebesar 94,2 GW. Potensi enegeri angin terbsar berada dalam wilayah Timur Indonesia yakni Maluku, Papua dan Nusa Tenggara dengan potensi mencapai 40% dari total potensi nasional.

Namun, potensi angin yang dimanfaatkan menjadi PLTB hingga tahun 2024 ini masih sangat kecil, yakni hanya sebesar 152,3 MW. Sementara itu, pemerintah menargetkan pada tahun 2060 nanti, kapasitas terpasang PLTB akan menjadi 37 GW.

Sebagai negara kepulauan dan luasan lautnya yang luas menjadikan potensi PLTB harus dimaksimalkan. Tinggal bagaimana pemerintah serius mewujudkan potensi ini di tahun-tahun mendatang.

 

_
Foto utama: Pemandangan ke arah Ladang Angin Sherringham Shoal, di Norfolk. Ladang angin baru ini akan terhubung langsung ke berbagai negara. (Foto: Nature Picture Library/Alamy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *