Mangrove memiliki peran strategis dalam menjaga kesimbangan lingkungan pesisir. Fungsinya antara lain menyerap karbin, melindungi garis pantai dari abrasi hingga tempat hidup dan berkembangnya biata hidup lainnya. Di satu sisi eksistensi mangrove juga saat ini menghadapi masalah serius.
Penelitian yang dilakukan oleh Fanny Soselisa, D.V Pattimahu, Jusmy D. Putuhena, dan Brian G Metiary menjelaskan pentingnya pendekatan terpadu dalam merumuskan pengelolaan berkelanjutan. Penelitian yang dipublikasikan di Jurnal Hutan Pulau-Pulau Kecil ini menyebut ancaman mangrove yaitu alih fungsi lahan, pencemaran dan dampak perubahan iklim.
Penelitian tersebut merekomendasikan beberapa strategi yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan peran dari berbagai stakeholder khususnya pemerintah sebagai pengambil kebijakan dalam pengelolaan hutan mangrove.
Kedua adalah rehabilitasi dan pengayaan lahan mangrove yang kritis serta lahan yang masih kosong. Ketika adalah mendorong pengembangan ekonomi berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi mangrove melalui ekowisata.
“Beragam jenis kegiatan wisata yang dapat ditawarkan di kawasan hutan mangrove salah satunya adalah wisata pendidikan, dengan memprioritaskan pada pengenalan terhadap jenis-jenis vegetasi mangrove yang terdapat dalam kawasan, serta pengamatan jenis satwa yang berada di hutan mangrove,” tulis para peneliti.
Terakhir dengan memaksimalkan potensi masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat pesisir seperti membuat pelatihan, meningkatkan pengetahuan pengembangan usaha berbasis mangrove.
“Memberikan pendidikan dan pelatihan kepada masayarakat sekitar mengenai kegiatan usaha yang dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan mendukung pelestarian mangrove, misalnya : melalui pembentukan kelompok konservasi mangrove serta pembuatan dan penjualan produk olahan pangan mangrove,” tulis para peneliti.
Pentingnya Pendekatan Terpadu
Hasil riset tersebut menjelaskan jika keberhasilan pengelolaan mangrove tidak hanya pada aspek ekologinya melainkan juga tetap memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Jika hal tersebut dapat diintegrasikan maka akan menghasilkan strategi yang efektif, berkelanjutan dan berdampak postifi bagi lingkungan. Hal ini akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
“Pendekatan terpadu dalam strategi pengelolaan mangrove merupakan kunci keberhasilan dalam menjaga kelestarian ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Integrasi harmonis antara aspek ekologis, sosial dan ekonomi akan menghasilkan pengelolaan yang berkelanjutan, efektif, dan berdampak positif bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar peneliti.
“Komitmen dari semua pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mewujudkan pengelolaan mangrove yang optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Foto utama: Penelitian hutan mangrove di Waiheru dan Rutong oleh Tim Peneliti Fakultas Kehutanan Unpati Ambon belum lama. (Foto: RRI)