Search
Close this search box.
Search

Masyarakat Adat di Pulau Lakahia Berupaya Melindungi Wilayahnya

Pulau Lakahia yang berada di Distrik Teluk Etna terletak agak jauh dari Ibu Kota Kaimana. Untuk menuju ke sana, satu-satunya jalur yang bisa dilewati adalah melalui laut. Masyarakat bisa memilih menggunakan perahu motor tempel dengan waktu tempuh 5-6 jam atau kapal Sabuk Nusantara dengan waktu 10-12 jam. Lakahia memiliki luas 27.895,63 hektare. Untuk mengelilingi pulau […]

Bahaya Mengintai Di Balik Aturan Ekspor Pasir Laut

PP No. 26 Tahun 2023 ini mengatur mengenai pengelolaan hasil sedimentasi di laut yang dilakukan untuk: 1) menanggulangi sedimentasi yang dapat menurunkan daya dukung dan daya tampung ekosistem pesisir dan laut serta kesehatan laut; dan 2) mengoptimalkan Hasil Sedimentasi di Laut untuk kepentingan pembangunan dan rehabilitasi ekosistem pesisir dan laut. Pengelolaan Hasil Sedimentasi di laut […]

Hentikan Promosi dan Implementasi Carbon Capture Storage: Teknologi Gagal yang Dipakai untuk Memperpanjang Hidup Industri Bahan Bakar Fosil

Pernyataan Bersama Organisasi Masyarakat Sipil di Indonesia Terkait Pelaksanaan The International and Indonesia CCS Forum 2024 Melalui pelaksanaan The International and Indonesia CCS Forum 2024, CCS (Carbon Capture Storage) tengah dipromosikan sebagai bagian dari upaya penurunan emisi gas rumah kaca dan bagian dari aksi iklim untuk mencegah krisis akibat pemanasan global dan perubahan iklim. Melalui […]

Pelajaran Penting Gugatan Iklim Masyarakat Pulau Pari

Dalam sebuah pertemuan resmi dengan WALHI (Friend of The Earth Indonesia), Global 2000 (Friend of The Earth Austria), dan HEKS, Sang Menteri mengatakan bahwa masyarakat di negara-negara Selatan (global south) banyak yang menderita akibat krisis iklim. Hal ini disebabkan oleh eksploitasi sumber daya alam yang dilakukan oleh perusahaan besar yang berada di negara-negara utara (global […]

WALHI Maluku Utara: Pertambambangan Memperparah Kerusakan Ekologi di Halmahera

Direktur WALHI Maluku Utara Faizal Ratuela mengatakan, dalam satu dekade terakhir, hutan primer seluas 188 ribu hektare telah mengalami deforestasi seluas 26.100 hektare. Deforestasi ini sebagian besar disebabkan oleh aktivitas penambangan nikel yang masif. Hal ini juga memperparah kerusakan ekologi. Menurutnya, hal itulah yang menjadi penyebab banjir yang melanda desa-desa di Halmahera Tengah beberapa waktu […]

Tak Kasat Mata, Polusi Udara Ancaman Nyata Masyarakat

Polusi udara di Jakarta dan sekitarnya masih menghantui masyarakat sehingga menjadi ancaman serius yang meresahkan dalam kehidupan sehari-hari. Di tengah pertumbuhan industri dan urbanisasi yang pesat, tingkat polusi udara yang terus meningkat, memberikan dampak yang signifikan bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Setiap napas yang dihirup oleh penduduk kota menjadi semakin berisiko, dengan partikel-partikel berbahaya dan […]

Peningkatan Kapasitas Pendamping Desa Khususnya Kelompok Usaha Tani Perlu Dilakukan

Yayasan Tananua dalam mendukung kelompok usaha tani di desa kapasitas pendamping terus ditingkatkan. Langkah dan Kegiatan ini terus dilakukan oleh Tananua agar kemajuan kelompok Tani di desa dampingan dapat terwujud. Sebagai salah satu kegiatan yang dilakukan yakni melalui kegiatan Pelatihan Peningkatan kapasitas Pendamping dengan memberikan materi latihan untuk kemajuan kelompok Tani. Heribertus Se, sebagai maneger […]

Menyuarakan Krisis Plastik Melalui Piknik Bebas Plastik

Konsisten untuk terus menyuarakan pengurangan sampah plastik sekaligus memperingati Plastic Free July, Pawai Bebas Plastik kembali diadakan untuk tahun kelimanya. Ada yang berbeda pada pelaksanaan Pawai Bebas Plastik kali ini. Biasanya kegiatan ini dilaksanakan dengan melakukan parade di Car Free Day, Jakarta. Namun, untuk dapat memberikan sentuhan berbeda dan bisa lebih dekat dengan para audiens […]