Tananua Flores Gelar Pertemuan Tahunan: Meneguhkan Langkah untuk Pemberdayaan dan Keberlanjutan

Yayasan Tananua Flores (YTNF) menggelar pertemuan tahunan Tahun Buku 2024 selama dua hari, 12–13 Mei 2025, bertempat di Aula Bina Kerahiman, Kabupaten Ende. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan capaian sepanjang tahun 2024 sekaligus merancang strategi dan rencana kerja tahun 2025. Pertemuan ini dihadiri secara lengkap oleh seluruh perangkat organisasi YTNF, mulai dari Dewan […]
Upaya Percepatan Penetapan Kawasan Konservasi Daerah Pulau Lanjukang, YKL Indonesia Gelar Konsultasi Publik

Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia menggelar konsultasi publik percepatan penetapan Kawasan Konservasi Daerah (KKD) Pulau Lanjukang Kota Makassar. Kegiatan yang digelar pada Kamis (22/05/2025) ini didukung oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan dan Turning Tides serta dari Forum Sipabuntuliki. Adi Zulkarnain dari YKL Indonesia dalam sambutannya menyebut jika saat ini ada banyak tekanan […]
Gerakan Anak Muda Melindungi Pesisir, Laut dan Pulau Kecil di Indonesia Bukan Sekadar Peduli, Melainkan Bentuk Perlawanan

Pada bulan Desember 2000, Majelis Umum PBB menetapkan tanggal 22 Mei sebagai International Day for Biological Diversity (IDB). Kemudian diperingati setiap tahunnya sebagai hari keanekaragaman hayati internasional. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran serta menumbuhkan kecintaan terhadap kelestarian keanekaragaman hayati atau biodiversitas. Hari Keanekaragaman Hayati Internasional mengusung tema berbeda tiap tahunnya yang ditentukan oleh […]
Keanekaragaman Hayati Terancam, WALHI Sulsel dan Komunitas Suarakan Perubahan di BPSPL Makassar

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama PC IMM Kabupaten Maros, Green Youth Celebes dan Lembaga Pencinta Alam (LPA) HPPMI Maros menggelar aksi kampanye di depan kantor Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar, Kamis (15/05/2025). Aksi ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia yang akan diperingati pada pekan […]
Riset Jala Ina Sebut Tutupan Terumbu Karang Hidup Menyusut Drastis di Bawah 5%: Alarm Bahaya dari Laut Liang!

Hasil riset yang dilakukan oleh Jala Ina pada Februari 2025 menunjukkan bahwa kondisi terumbu karang di perairan Negeri Liang berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan. Penelitian yang dilakukan di tiga stasiun pengamatan menggunakan metode Underwater Photo Transect (UPT) mengungkap bahwa rata-rata tutupan karang hidup di bawah 5%, dengan rincian 2,01% di stasiun 1, 1,09% di […]
AMAN: UU KSDAHE Gagal Menjamin Prinsip Partisipasi Penuh dan Efektif

Mahkamah Konstitusi (MK) mempertanyakan bukti adanya keterlibatan publik dalam sidang lanjutan Uji Formil Undang-Undang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (UU KSDAHE) pada Selasa, 6 Mei 2025. Pertanyaan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Saldi Isra saat menanggapi keterangan saksi dari pemerintah yang menyebut masukan publik sudah dihimpun dan keberadaan Masyarakat Adat sudah […]
Indonesia Darurat Nikel: Satya Bumi Tuntut Perubahan dari Kabaena ke Eropa

Satya Bumi bersama Sagori, LSM dari Pulau Kabaena, Fern dan Rainforest Norway (RFN) menghadiri OECD Forum on Responsible Mineral Supply Chains yang digelar pada 5–7 Mei 2025 di Paris, Prancis. Dalam forum internasional ini, Satya Bumi membawa suara masyarakat Kabaena, pulau kecil di Sulawesi Tenggara yang kini menjadi episentrum dampak krisis nikel akibat ekspansi industri kendaraan listrik […]
Klasis GPM dan Walhi Malut Perkuat Kapasitas Warga Obi Lewat Pelatihan Paralegal dan Dokumentasi

Pulau Obi, merupakan salah satu Klasis yang sangat konsern dengan masalah keadilan sosial dan lingkungan. Memang masalah keadilan sosial dan lingkungan tidak luput dari pergumulan gereja, karena di balik Pulau Obi yang hijau, terdapat potensi Sumber Daya Alam yang tak terbilang banyaknya. Keberadaan Pulau Obi yang demikian, maka tidak mengherankan puluhan perusahan sedang mengeksploitasi pulau […]
5 Rekomendasi Atas Warga Kota Makassar Atas Kelangkaan Air di Kecamatan Tallo

REKOMENDASI KEBIJAKAN Saat ini sekitar 90% bencana iklim berhubungan dengan air. Negara-negara berpendapatan rendah dan menengah adalah pihak yang paling dirugikan dalam menghadapi bencana iklim ini. Mengingat kerentanan yang ada di berbagai bidang seperti pangan, air, kesehatan, dan infrastruktur, membuat negara-negara tersebut semakin terpuruk, termasuk Indonesia. Dalam ketidakadilan yang lebih mendalam, komunitas-komunitas ini juga merupakan […]