Departemen Riset dan Keterlibatan Publik WALHI Sulawesi Selatan resmi meluncurkan Buletin Fakta Ekologi Edisi Februari 2026 dengan tajuk utama “Sampah Dengan Segala Krisisnya”. Publikasi ini menyoroti kegagalan sistemik pengelolaan sampah di Kota Makassar yang kini berada dalam kondisi darurat.
Data Sistem Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) tahun 2024 menunjukkan fakta mencengangkan: dari total 388.381 ton timbulan sampah tahunan di Makassar, hanya 1,56% yang berhasil dikelola. Angka ini sangat jauh dari target nasional untuk mencapai 100% sampah terkelola pada tahun 2029. Selain itu, produksi sampah per kapita masyarakat Makassar kini mencapai hampir 1 kg per orang per hari, dua kali lipat dari rata-rata nasional.
Buletin ini secara kritis menyoroti pergeseran kebijakan pemerintah ke arah solusi hilir berbasis teknologi termal, seperti insinerator dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). WALHI menilai pendekatan ini sebagai “solusi palsu” yang berisiko tinggi terhadap kesehatan akibat emisi dioksin, serta membebani fiskal daerah karena biaya operasional yang sangat mahal dibandingkan sumber energi lainnya.
Di sisi lain, sumber daya komunitas seperti komunitas “Tumpuk Sampah” di Makassar menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik secara mandiri di akar rumput mampu mengolah hingga 3-4 ton sampah per bulan menjadi pupuk kompos. Hal ini membuktikan bahwa pembenahan di hulu melalui pemilahan dan pengolahan organik jauh lebih efektif dan berkelanjutan.

Buletin Fakta Ekologi edisi ini mengungkap bahwa tata kelola sampah di Kota Makassar masih sangat buruk, dengan tingkat pengelolaan yang hanya mencapai 1,56%. Publikasi ini mengkritik keras rencana pembangunan PLTSa dan insinerator yang dianggap tidak sesuai dengan karakteristik sampah Makassar yang didominasi 65% sampah organik basah.
Melalui berbagai rubrik seperti Alarm SulSel dan Cerita Kampung, buletin ini mendesak pemerintah untuk menghentikan ekspansi teknologi pembakaran dan beralih fokus pada pengurangan sampah dari sumber (hulu), penguatan TPS3R, serta penegakan tanggung jawab produsen (EPR).
Ayo Baca dan Beraksi!
Krisis sampah bukan hanya persoalan volume, tetapi tentang masa depan ruang hidup kita. Mari pahami fakta di balik tumpukan sampah kita dan dukung gerakan pengelolaan yang berpihak pada lingkungan.
Dapatkan informasi mendalam mengenai ancaman teknologi termal, ketimpangan ekologis, hingga inspirasi gerakan dari komunitas dengan membaca selengkapnya di Website WALHI Sulawesi Selatan.
Klik tautan berikut WALHI Sulsel.