Pemerintah Desa Popisi, KUB Laut jaya, KUB Sinar Laut, Pokmaswas Desa Popisi, dan Yayasan LINI menggelar Pembukaan Wilayah Buka Tutup Desa Popisi, Kec. Banggai Utara, Kab. Banggai Laut, Sulawesi Tengah pada Jumat (7/03/2025).
Kegiatan ini merupakan upaya mendukung dan mewujudkan pengelolaan sumber daya perikanan gurita yang berkelanjutan, untuk mendukung peningkatan hasil tangkapan nelayan dan mewujudkan pelestarian lingkungan pesisir dan laut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut yakni Dinas Perikanan Banggai Laut, Pemerintah Kecamatan Banggai Utara, Penyuluh Perikanan, Babinsa, Bhabinkantibmas, Pemerintah Desa Popisi, KUB Laut jaya, KUB Sinar Laut, Pokmaswas Desa Popisi, Tokoh masyarakat Desa Popsisi, Yayasan LINI.
Nurhasima, Community Organiser Desa Popisi LINI menjelaskan, pembentukan wilayah buka tutup dalam rangka upaya mendukung dan mewujudkan pengelolaan sumber daya perikanan gurita yang berkelanjutan, untuk mendukung peningkatan hasil tangkapan nelayan dan mewujudkan pelestarian lingkungan pesisir dan laut.
Menurutnya, nelayan gurita di Desa Popisi, Kecamatan Banggai Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, mengakui telah mendapatkan manfaat dari proses kegiatan penutupan sementara yang difasilitasi oleh Yayasan LINI yang didukung Blue Ventures.
“Pencapaian yang dirasakan dari dilaksanakannya kegiatan penutupan sementara pada siklus pertama sampai ketiga tersebut menjadi dasar untuk kembali melakukan sistem buka tutup siklus ke-4 (empat),” terangnya.
Berdasarkan hasil kesepakatan pada kegiatan pembentukan wilayah buka tutup ke-4 dengan luasan mencapai 453,1 Ha yang mencakup wilayah depan dan belakang Pulau Asasal serta depan Kampung Desa Popisi.
“Pemerintah Desa Popisi, stakeholder terkait, dan Yayasan LINI yang hadir saat peresmian wilayah buka tutup menyepakati periode penutupan sementara mulai tanggal 06 Desember 2024 sampai 06 Maret 2025,” jelas Nurhasima.

“Setelah pembukaan wilayah buka tutup maka dilakukan kegiatan penangkapan gurita oleh nelayan Popisi, harapannya paska penutupan sementara bisa meningkatkan sumberdaya berikanan dalam wilayah buka tutup dan sekitarnya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Kecil Pembudidaya Ikan Dinas Perikanan Banggai Laut, Irwan Bohan, mengapresiasi pembukaan wilayah buka tutup gurita. Menurutnya pembuatan wilayah buka tutup bertujuan untuk pelestarian sumberdaya ikan dan penungkatan ekonomi nelayan.
“Harapannya agar setiap desa diberikan kembali sosialisasi tentang kegiatan buka tutup agar bisa tumbuh kesadaran dan saling menjaga, jika diperlukan wilayah buka tutup diperluas lagi dan tidak hanya di Desa Popisi,” imbuhnya.
Senada dengan Irwan Bohan, apresiasi datang dari Hesti Yusuf, Perwakilan dari Kecamatan Banggai Utara yang menerangkan kegiatan buka tutup ini harus terus dipertahankan untuk menjaga lingkungan laut berkelanjutan.
“Kalau boleh kegiatan tersebut harus eksis atau terus dilanjutkan untuk menjaga habitat eksosistem dalam laut,dan demi kelangsungan hidup gurita di wilayah laut Popisi dan sekitarnya,” terangnya.
Hasil pendataan tangkapan gurita nelayan di tanggal 7 Maret 2025 paska pembukaan wilayah buka tutup, hasil tangkapan 8 ekor gurita dengan total berat 4,9 kg dari 2 nelayan. Menurut nelayan hasil tangkapan paska penutupan ini cukup bagus disaat cuaca laut kurang baik.
“Harapan kedepan yang harus ada berkomitmen dan perhatian pemerintah desa terhadap masyarakat dan sosialisasi kepada masyarakat sehingga ada kesadaran diri untuk menjaga wilayah buka tutup, karena kegiatan ini memerlukan kerjasama semua pihak agar hasil yang didapatkan lebih meningkat lagi.” pungkas Herdianto, salah satu nelayan.
Foto utama: Pengambilan pelampung penanda wilayah buka tutup sebagai simbolis pembukaan wilayah buka tutup Desa Popisi Kec.Banggai Utara Kab.banggai Laut. (Foto: Yayasan LINI)