Search
Close this search box.
Search

Desa Popisi Kembali Terapkan Kawasan Penutupan Sementara untuk Jaga Keberlanjutan Perikanan Gurita

Desa Popisi Kembali Terapkan Kawasan Penutupan Sementara untuk Jaga Keberlanjutan Perikanan Gurita

Banggai Laut, 17 Oktober 2025 — Pemerintah Desa Popisi bersama masyarakat nelayan kembali menetapkan Kawasan Penutupan Sementara (Temporary Closure) sebagai upaya menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan, khususnya gurita. Peresmian dilaksanakan di Balai Pertemuan Umum Desa Popisi dan dihadiri 28 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, kelompok nelayan, tokoh masyarakat, dan lembaga pendamping LINI Banggai Laut.

Kawasan penutupan sementara tahun 2025 mencakup area seluas 453,1 hektare, meliputi wilayah depan dan belakang Pulau Asasal serta perairan depan Kampung Desa Popisi. Penutupan ini berlangsung selama tiga bulan, mulai 17 Oktober 2025, dan merupakan pelaksanaan ke-5 sejak program ini dimulai.

“Langkah ini menjadi bagian dari pengelolaan perikanan berbasis masyarakat untuk memberi kesempatan ekosistem dan biota laut tumbuh kembali sehingga hasilnya dapat dirasakan seluruh nelayan,” jelas Hendrid Rahman, perwakilan Yayasan LINI Banggai Laut.

Kegiatan ini juga menjadi tindak lanjut dari Peraturan Desa Popisi Nomor 02 Tahun 2024 tentang Perlindungan dan Pelestarian Kawasan Perikanan Desa Popisi, yang menjadi dasar hukum pelaksanaan buka-tutup kawasan. Selama masa penutupan, pengawasan dilakukan oleh POKMASWAS Desa Popisi dibantu oleh kelompok nelayan dan patroli bersama instansi terkait.

Peta Kawasan Penutupan Sementara Desa Popisi Kec. Banggai Utara Kab.Banggai Laut. (Peta: Yayasan LINI)

Rahmat, Kepala Desa Popisi, menyampaikan apresiasi atas dukungan Yayasan LINI dan semua pihak.

“Program ini sangat baik bagi keberlanjutan perikanan gurita di desa kami. Pemerintah Desa akan terus mendukung, dan kami berharap seluruh nelayan ikut aktif menjaga kawasan ini,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Camat Banggai Utara, Hesti Yusup, dan Dinas Perikanan Banggai Laut yang diwakili Asrida, Sekretaris Dinas. Keduanya menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak dalam memastikan efektivitas kawasan penutupan sementara, serta mendorong peningkatan kesadaran masyarakat untuk menjaga sumber daya laut bersama.

Sebagai penutup acara, dilakukan penyerahan bendera penanda kawasan kepada kelompok nelayan dan POKMASWAS Desa Popisi, dilanjutkan dengan pemasangan pelampung batas kawasan dan spanduk sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Langkah serupa juga dilakukan di Desa Kalumbatan yang berada di seberang laut Desa Popisi. Diharapkan kedua desa dapat saling berkolaborasi dalam pengawasan, sehingga upaya pelestarian perikanan gurita semakin kuat dan manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat pesisir Banggai Laut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *