Kawasan Timur Indonesia dikenal secara luas sebagai wilayah yang dianugerahi gugusan pulau-pulau yang indah dan banyak di antaranya cukup eksotis dan menjadi target kunjungan oleh turis, tidak hanya turis dalam negeri namun juga mancanegara.
Namun demikian, seperti tahun sebelumnya, Highlight atau sorotan isu aktual yang disajikan oleh Jaring Nusa kali ini merupakan cerita mengenai dinamika masyarakat di Kawasan Timur Indonesia dengan berbagai latar perspektif dan cerita terkait ruang penghidupan di pesisir, laut dan pulau kecil.
Wilayah pesisir, laut dan pulau-pulau kecil di KTI memiliki potensi dan keanekaragaman ekosistem yang sangat tinggi, esensial dan khas, terumbu karang, padang lamun dan hutan bakau. Saat ini kondisi eksisting dari ketiga ekosistem penting pada kawasan pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil di wilayah timur Indonesia terus menerus mengalami penurunan drastis secara kwalitas dan kwantitasnya.
Peningkatan degradasi lingkungan yang banyak disebabkan oleh faktor-faktor pembangunan yang tidak terkendali dan tidak ramah lingkungan serta menciptakan konflik ruang kelola pada masyarakat pesisir. Selain itu pesisir pulau kecil mendapatkan tekanan krisis iklim sebagai dampak perubahan iklim global.
Sepanjang tahun 2025, Jaring Nusa melaksanakan serangkaian kegiatan yang sifatnya pembelajaran terkait pengelolaan dan perlindungan pesisir pulau kecil melalui sharing session sebagai ruang dialog utama antar stakeholder. Juga pembelajaran yang diperoleh berasal dari jejaring Jaring Nusa, komunitas, akademisi, praktisi, CSO, mahasiswa serta pemerintah daerah dan kementerian/lembaga.
Pembelajaran dan aksi oleh berbagai pihak dalam mendorong tata kelola wilayah pesisir yang berkeadilan sangat penting guna menumbuhkan kecintaan terhadap lingkungan pesisir laut serta pulau kecil dan masyarakatnya, sekaligus mencari dan menemukan solusi-solusi yang relevan dalam mewujudkan pengelolaan pesisir yang lebih lestari.
Jaring Nusa juga terus mengangkat isu-isu aktual terkait permasalahan seputar pengelolaan pesisir, perikanan skala kecil, nelayan, konservasi, iklim, industri serta regulasi seputar pengelolaan perikanan serta ruang laut dan pengelolaan pulau kecil. Dalam Highlight 2025 ini, beberapa isu yang paling relevan dan mendapatkan banyak atensi dalam setahun terakhir coba disajikan sebagai informasi bagi anggota Jaring Nusa, masyarakat maupun pengambil kebijakan, khususnya dalam melihat dinamika pengelolaan pesisir, laut serta pulau kecil di KTI.

Secara kelembagaan, tahun 2025 juga menandai dimulainya pengembangan organisasi Jaring Nusa, dimana sebelumnya merupakan aliansi yang sifatnya cair kemudian didorong menjadi sebuah entitas yang lebih lengkap secara kelembagaan.
Memiliki perangkat kepengurusan definitif, rencana strategis, dan mekanisme kerja. Untuk 3 tahun tahun kedepan, Jaring Nusa memiliki beberapa target-target yang ambisius, baik secara internal tata kelola kelembagaan maupun target yang berkenaan dengan pencapaian pengakuan wilayah kelola masyarakat di pesisir, laut dan pulau kecil KTI.
Jaring Nusa mengharapkan akan semakin banyak lagi literasi serta pembelajaran yang diperoleh dari pengalaman praktek-praktek komunitas dan para pihak di KTI yang lestari dalam pengelolaan pesisir dan pulau kecil.
Juga berharap lahirnya kebijakan-kebijakan pemerintah yang lebih memprioritaskan pengelolaan, perlindungan dan pengakuan pesisir, laut pulau kecil yang adil dan berkelanjutan di Indonesia dan khususnya lagi di KTI.
Terima kasih
Highlight Jaring Nusa 2025 dapat diakses disini.