Penutupan Sementara Sistem Buka Tutup di Pesisir Desa Kalumbatan Kembali Dibuka Untuk Siklus Kedua

Penutupan Sementara Sistem Buka Tutup di Pesisir Desa Kalumbatan Kembali Dibuka Untuk Siklus Kedua

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Nelayan gurita di Desa Kalumbatan dan Desa Lobuton, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan Provinsi Sulawesi Tengah, bersama dengan berbagai stakeholder kembali membuka buka tutup gurita pada Jumat (19/1/2024).

Pencapaian yang dirasakan dari dilaksanakannya kegiatan penutupan sementara pada siklus pertama tersebut menjadi dasar untuk kembali melakukan sistem buka tutup siklus ke 2 (dua) yaitu terhitung sejak Oktober 2023 hingga Januari 2024. Kegiatan penutupan sementara diresmikan oleh Sekretaris Dinas Perikanan Banggai Kepulauan Ibu Riska Pratiwi TH, selaku yang mewakili Kepala Dinas Perikanan Banggai Kepulauan.

Sebelumya, kegiatan penutupan sementara untuk siklus ke 2 (dua) diresmikan pada tanggal 05 Oktober 2023 bertempat di Balai Pertemuan Rakyat (BPR) Desa Kalumbatan, dengan mengundang Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Kepulauan, Kepala UPT KKP3K Banggai, Camat Totikum Selatan, BPD, Pemerintah Desa Kalumbatan dan Lobuton, Kelompok Nelayan serta beberapa stakeholders lainnya.

Nelayan sendiri mengakui bahwa telah mendapatkan manfaat dari proses kegiatan penutupan sementara yang difasilitasi oleh Yayasan LINI pada siklus pertama dibulan Oktober 2022 sampai Januari 2023. Wilayah buka tutup dilaksanakan pada lokasi yang sama dengan lokasi sebelumnya pada siklus pertama yang berlokasi di depan kampung Desa Kalumbatan dengan luas 72 Ha dan Kampung Tua Desa Kalumbatan ke arah Desa Lobuton dengan luas 65,4 Ha.

Pemerintah Desa Kalumbatan dan Camat Totikum Selatan mendukung penuh kegiatan buka tutup ini sebab telah memberi manfaat kepada para nelayan gurita Desa Kalumbatan dan desa-desa pesisir lainnya yang berada di Kecamatan Totikum Selatan.

Apresiasi Program

Kepala UPT KKP3K Banggai Ibu Fonni Helmince, S.Pi., M.Si, menyampaikan jika penerapan sistem buka tutup ini turut berkontribusi pada pemulihan ekosistem.

“Penutupan sementara lokasi buka tutup selama 3 bulan, akan memberi kesempatan bagi biota perairan khususnya gurita untuk berkembang biak dan proses pemulihan ekosistem pesisir secara alami,” terangnya.

Fonni Helmince memberikan arahan dan penguatan pada peresmian sistem buka tutup gurita. (Foto: Yayasan LINI)

Sekretaris Dinas Perikanan Ibu Riska Pratiwi TH, dalam sambutannya turut mengapreasiasi sistem buka tutup yang dijalankan. Ia juga mendorong agar terus memperkuat sistem ini sehingga dapat diterapkan pada desa-desa lainnya.

“Kegiatan buka tutup yang diinisiasi oleh nelayan, Pemerintah Desa Kalumbatan dan Yayasan LINI, perlu didukung oleh banyak pihak agar dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap Yayasan LINI juga turut memfasilitasi desa-desa pesisir lainnya di Kabupaten Banggai Kepulauan,” ujarnya.

Camat Totikum Selatan dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa perlu adanya kolaborasi yang baik untuk mensukseskan pelaksanaan kegiatan buka tutup penangkapan gurita.

Pada sambutan yang disampaikan oleh Kepala Desa Kalumbatan, Bapak Roni P. Muhammad menjelaskan jika apa yang telah dilakukan di desanya telah memberikan banyak manfaat bagi penerima program. Ia juga mengharapkan agar Yayasan LINI juga dapat mengambil bagian dalam mendukung pelestarian biota laut di Kampung Tua Kalumbatan.

“Pemerintah Desa Kalumbatan mendukung penuh kegiatan yang selama ini difasilitasi oleh Yayasan LINI, semoga ini awal yang baik untuk program pemberdayaan Masyarakat pesisir ke depannya,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen dari Pemerintah Desa Kalumbatan dalam upaya perlindungan dan pelestarian kawasan perikanan Desa Kalumbatan, Pemerintah Desa bersama Yayasan LINI membuat Draft Rancangan Peraturan Desa tentang Perlindungan dan Pelestarian Kawasan Perikanan Desa Kalumbatan yang dimana harapannya dapat mengakomodir kegiatan buka tutup yang telah dilaksanakan.

Seorang nelayan memperlihatkan hasil tangkapan gurita di kegiatan memancing bersama pembukaan sistem buka tutup. (Foto: Yayasan LINI)

Wilayah buka tutup baru dapat dibuka secara resmi oleh masyarakat pada tanggal 19 Januari 2024. Berbeda dengan peresmian, acara pembukaan wilayah tangkap ini diadakan dengan seremonial sederhana yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah desa Kalumbatan dan Lobuton, beserta perwakilan nelayan gurita.

Total terdapat 26 orang peserta. Pembukaan wilayah tangkap ini diselebrasi dengan kegiatan memancing gurita bersama. Namun, sayangnya, cuaca di hari H kurang mendukung.

Terdapat arus kencang di sekitar pukul 15.00 WITA yang hampir mematahkan kegiatan memancing. Akhirnya kegiatan memancing bersama dapat terlaksana pada  pukul 16.00 WITA dan berlangsung selama satu setengah jam. Dari memancing bersama tersebut, hanya didapat 1 ekor gurita saja dengan ukuran 1kg.

Harapan ke depan untuk kegiatan memancing bersama seperti ini perlu diperhitungkan kondisi lautnya. Hal ini menjadi pembelajaran bersama dalam pengelolaan ke depannya.

“Kami melihat bahwa lokasi buka tutup ini nantinya berpotensi sebagai lokasi cadangan penangkapan gurita, di mana dapat berguna sekali ketika lokasi lain sedang tidak kondusif untuk menangkap gurita,” ujar salah satu nelayan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *