Pohon Maja: Potensi Kesehatan dari Buah dan Daunnya dari NTT

Pohon Maja: Potensi Kesehatan dari Buah dan Daunnya dari NTT

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Pohon Maja atau disebut juga dengan nama ilmiah Aegle marmelos adalah sejenis pohon buah-buahan yang banyak ditemukan di wilayah Asia Selatan dan juga Indonesia. Pohon ini dikenal karena buahnya yang memiliki aroma yang khas dan rasanya manis, serta memiliki manfaat yang bermanfaat untuk kesehatan manusia. Dalam artikel ini, akan dibahas tentang deskripsi pohon maja, manfaat buah maja bagi kesehatan, dan penggunaan pohon maja dalam pengobatan tradisional.

Di Indonesia, Maja banyak ditemukan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Di Larantuka sendiri Maja dinamai dengan sebutan bemaja. Dulunya warga menanam Maja di kebun mereka. Saat muda buahnya berwarna hijau dan ketika matang berwarna kuning

Pohon Maja (Aegle marmelos) termasuk ke dalam keluarga Rutaceae dan dapat tumbuh mencapai ketinggian 10-12 meter. Batang pohonnya berdiameter sekitar 50-80 cm dan memiliki kulit kayu yang tebal dan kasar. Daun pohon maja terdiri dari 5-9 daun majemuk dengan bentuk daun lonjong dan warna hijau tua.

Bunga pohon maja berwarna putih dan berbau harum. Buah maja berbentuk bulat dengan diameter sekitar 5-10 cm dan memiliki kulit yang tebal dengan warna hijau atau kuning keabu-abuan. Buah maja dapat dimakan langsung atau diolah menjadi makanan atau minuman.

Perbandingan buah maja yang masih muda [hijau] dan yang matang [kuning]. (Foto: Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia)
Manfaat Buah Maja bagi Kesehatan

Buah Maja mengandung banyak nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, di antaranya adalah vitamin C, vitamin A, vitamin B, kalium, serat, dan senyawa antioksidan. Berikut adalah beberapa manfaat buah maja bagi kesehatan:

  1. Menjaga Kesehatan Pencernaan Buah Maja mengandung serat yang tinggi sehingga dapat membantu meningkatkan kesehatan pencernaan dengan mencegah sembelit, mengurangi peradangan pada usus, dan memperbaiki keseimbangan bakteri baik dalam usus.
  2. Menurunkan Risiko Kanker Senyawa antioksidan dalam buah maja, seperti flavonoid dan polifenol, dapat membantu melawan kerusakan sel yang disebabkan oleh radikal bebas dan mengurangi risiko kanker.
  3. Menjaga Kesehatan Jantung Buah Maja mengandung kalium dan serat yang dapat membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol, serta meningkatkan fungsi jantung.
  4. Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh Kandungan vitamin C dalam buah Maja dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari infeksi dan penyakit.

 

Penggunaan Pohon Maja dalam Pengobatan Tradisional

Selain sebagai makanan, pohon maja juga telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional. Berikut adalah beberapa penggunaan pohon maja dalam pengobatan tradisional:

  1. Pengobatan Penyakit Kulit Daun pohon maja dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit kulit, seperti gatal-gatal, ruam, dan bisul.
    1. Pengobatan Batuk Buah maja dapat digunakan sebagai obat batuk karena kandungan minyak atsiri di dalamnya. Caranya, buah maja yang masih muda diparut dan diambil airnya. Kemudian air perasan tersebut ditambahkan sedikit garam dan diminum setiap hari.
    2. Pengobatan Diare Buah maja juga dapat digunakan sebagai obat diare. Caranya, buah maja yang masih muda diparut dan diambil airnya. Air perasan tersebut kemudian dicampur dengan sedikit air kapur sirih dan diminum setiap hari.
    3. Pengobatan Radang Tenggorokan Daun pohon maja juga dapat digunakan untuk mengobati radang tenggorokan. Caranya, daun maja ditumbuk halus dan diperas untuk mengambil airnya. Kemudian air perasan tersebut digunakan untuk berkumur-kumur.

 

Referensi:

  1. Baliga, M. S., Bhat, H. P., & Palatty, P. L. (2011). The chemistry and medicinal uses of the underutilized Indian fruit tree Aegle marmelos (L.) Correa: A concise review. Food Research International, 44(7), 1768-1775.
  2. Gupta, A. K., Tandon, N., & Sharma, M. (2011). Use of Aegle marmelos (L.) Corr. in various diseases: A review. Pharmacognosy Reviews, 5(9), 52-57.
  3. Singh, A. K., Kumar, R., & Singh, R. (2010). Pharmacological potential of Aegle marmelos Correa (Rutaceae): A review. International Journal of Pharmaceutical Sciences and Research, 1(6), 1-7.
  4. Shanmugavalli, R., & Senthilkumar, P. (2013). Phytochemical analysis and antibacterial activity of Aegle marmelos (L.) Correa leaves. Journal of Coastal Life Medicine, 1(2), 112-116.
  5. Chaturvedi, P. (2011). Phytochemical profile and therapeutic potential of Aegle marmelos (Linn.) Correa. Asian Pacific Journal of Tropical Disease, 1(4), 276-282.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *