Hilangnya Isu Pesisir, Laut dan Pulau Kecil Dalam Debat Cawapres

Hilangnya Isu Pesisir, Laut dan Pulau Kecil Dalam Debat Cawapres

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

“Debat keempat Cawapres yang digelar semakin menegaskan tidak ada calon wakil presiden yang punya gagasan soal perlindungan laut, masyarakat pesisir dan pulau kecil”

Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali menggelar debat keempat calon Wakil Presiden pada Minggu (21/01/2024). Tema debat kali ini mengangkat isu pembangunan berkelanjutan, sumber daya alam, energi, pangan, lingkungan hidup serta masyarakat adat dan desa.

Debat yang dilakukan para kandidat wakil presiden RI periode 2024-2029 cukup menyita perhatian dengan tingkah laku dan gaya bahasa yang digunakan. Muhaimin Iskandar dengan ketenangannya, Mahfud MD dengan pakaiannya diganti-ganti dan Gibran Rakabuming Raka yang masih tetap menggunakan istilah dan melihat hal lain dalam debat.

Sayangnya, dalam debat kali ini ada yang luput dari pembahasan ketiga kandidat yang sedang berkontestasi. Dengan segala tingkah laku dan gaya bahaya, sajian data dan penjelasannya, isu pesisir laut dan pulau kecil seakan-akan dilupakan.

Mengingat Indonesia sebagai negara kepulauan terlebih jika melihat konteks Kawasan Timur Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik menyebut terdapat 11.117 pulau kecil dari total 16.671 pulau yang terbentang mulai dari Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara hingga Papua.

Debat ini semakin menguatkan juga pada visi-misi Capres dan Cawapres dimana isu pesisir, laut dan pulau kecil tidak mendapatkan tempat yang lebih dalam konteks perubahan iklim, kedaulatan pangan, perikanan berkelanjutan dan konservasi berbasis lokal.

Pada dua seri diskusi Jaring Nusa yang membahas mengenai visi misi, para pemantik diskusi sepakat jika narasi isu pesisir, laut dan pulau kecil masih sangat minim pada semua Capres dan Cawapres. Hal ini turut kontradiktif melihat Indonesia sebagai negara kepulauan yang didominasi oleh pesisir, laut dan pulau kecil.

Adapun isu yang dibahas dalam tulisan ini berkaitan dengan:

  1. Krisis Iklim dan Industri Ekstraktif Pulau Kecil
  2. Ancaman Pangan di Pulau Kecil
  3. Hilirisasi Energi Mengabaikan HAM dan Ekologi
  4. Tenggelamnya Desa Pesisir
  5. Belajar dari Masyarakat Adat dan Lokal 

 

Tulisan selengkapnya dapat diakses di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *