Peresmian Wilayah Penutupan Sementara Sistem Buka Tutup di Pulau Asasal dan Depan Kampung Desa Popisi

Peresmian Wilayah Penutupan Sementara Sistem Buka Tutup di Pulau Asasal dan Depan Kampung Desa Popisi

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Nelayan gurita di Desa Popisi, Kecamatan Banggai Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, mengakui bahwa telah mendapatkan manfaat dari proses kegiatan penutupan sementara yang difasilitasi oleh Yayasan LINI pada siklus pertama dan kedua dibulan Oktober 2018 s/d Januari 2019 dan Oktober 2022 s/d Januari 2023.

Pencapaian yang dirasakan dari dilaksanakannya kegiatan penutupan sementara pada siklus pertama dan kedua tersebut menjadi dasar untuk kembali melakukan sistem buka tutup siklus ke 3 (tiga) yaitu terhitung sejak tanggal 06 November 2023 s/d 06 Februari 2024.

Kegiatan penutupan sementara diresmikan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Perikanan Banggai Laut Bapak Irwan Boham, S.Pi, selaku yang mewakili Kepala Dinas Perikanan Banggai Laut.

Kegiatan penutupan sementara untuk siklus ke 3 (tiga) diresmikan pada tanggal 06 November 2023 bertempat di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Popisi, dengan mengundang Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Laut, Kepala UPT KKP3K Banggai DALAKA, Camat Banggai Utara, BPD, Pemerintah Desa Popisi, Kelompok Nelayan serta beberapa stakeholders lainnya.

Penutupan sementara kemudian resmi dibuka pada 07 Februari 2024 dengan simbolis pengambilan batas oleh nelayan gurita dan diserahkan kepada Kepala Dinas Perikanan Banggai Laut bapak Sumarto M. Lalu S.Sos. kemudian dilakukan mancing gurita bersama nelayan gurita desa popisi pada area penangkapan yang telah dibuka selama 2 jam.

Hasil dari kegiatan mancing bersama yaitu 3 ekor gurita dengan bobot masing-masing gurita di atas 2 kg (Size A) dengan kondisi arus yang kencang pada saat mancing bersama membuat mancing bersama terhenti pada menit ke 120, adapun wilayah buka tutup Siklus ketiga dilaksanakan pada lokasi dan luas area yang sama dengan siklus kedua yaitu di Pulau Asasal dan Depan Desa Popisi dengan Luas 439 Ha.

Pemerintah Desa Popisi dan Camat Banggai Utara mendukung penuh kegiatan buka tutup ini sebab telah memberi dampak positif kepada para nelayan gurita maupun habitat gurita dan Komoditi perikanan lainnya di Desa Popisi dan desa-desa pesisir lainnya yang berada di Kecamatan Banggai Utara.

Hasil tangkapan salah satu nelayan gurita (Foto: Yayasan LINI)

Kepala UPT KKP3K Banggai DALAKA Ibu Fonni Helmince, S.Pi., M.Si, menyampaikan pentingnya menjaga kawasan konservasi sebagai aset penting.

“Sinergitas Pemerintah Desa, Kecamatan, Kabupaten, dan Provinsi berperan penting dalam hal pengelolaan kawasan konservasi baik secara umum pada area konservasi maupun pada beberapa jenis biota laut,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil Dinas Perikanan Banggai Bapak Irwan Boham, S.Pi, dalam sambutannya menyampaikan jika kegiatan penutupan sementara ini sangat bermanfaat dengan penelitian dari tim LINI untuk perkembangan gurita di Desa Popisi. Kegiatan buka tutup ini sangat menguntungkan bukan hanya untuk masyarakat Desa Popisi tetapi juga bagi keberlangsungan sumberdaya ikan.

“Sudah tiga kali dilakukan sistem buka tutup wilayah tangkap gurita ini, kita harus melihat mana yang harus dibenahi lagi. Hari ini bukan bagaimana kita saling menyalahkan tetapi bagaimana kita bekerja sama untuk melakukan pengawasan karena ini adalah tanggung jawab kita bersama,” terangnya.

Sementara itu staf Kecamatan Banggai Utara Yadi Abusamalinto dalam sambutannya menyampaikan bahwa “apresiasi kepada Yayasan LINI dengan melakukan kegiatan-kegiatan perikanan yang sangat berpengaruh besar dan berdampak baik bagi masyarakat khususnya masyarakat Banggai Utara.

“Melihat kegiatan buka tutup  wilayah penangkapan sebelumnya hasilnya sangat memuaskan walau demikian  pengawasan harus diperketat lagi salah satunya yaitu pengawasan yang dilakukan oleh POKMASWAS desa setempat. Mari Bersama kordinasi dengan tim LINI agar Masyarakat di banggai utara sedikit demi sedikit terjadi peningkatan ekonomi salah satunya dengan kegiatan penutupan Kawasan penangkapan gurita,” kata Yadi.

Peresmian wilayah buka tutup penangkapan gurita, Kabupaten Banggai Laut (Foto: Yayasan LINI)

Pada sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Desa Popisi, Bapak Wisman menjelaskan jika pemerintah Desa Popisi mendukung penuh kegiatan yang selama ini difasilitasi oleh Yayasan LINI selama tiga periode ini.

“Namun, pengawasan masih belum maksimal dan belum maksimal juga dalam melibatkan tim pengawas dari masyarakat dalam pengawasan wilayah tersebut. Harapan pemerintah desa, ke depannya pengawasan bisa diperketat lagi. Kami akan koordinasi dengan tim LINI untuk penguatan tim pengawasan ini,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen dari Pemerintah Desa Popisi dalam upaya perlindungan dan pelestarian kawasan perikanan Desa Popisi, Pemerintah Desa bersama Yayasan LINI membuat Draft Rancangan Peraturan Desa tentang Perlindungan dan Pelestarian Kawasan Perikanan Desa Popisi yang di mana harapannya dapat mengakomodir kegiatan buka tutup yang telah dilaksanakan dan tersedianya tim khusus untuk pengawasan Kawasan perikanan.

Tak lupa dalam kegiatan buka tutup kali ini, kelompok nelayan gurita Laut Jaya berterima kasih atas kontribusi dari Kalla Group atas dukungannya dalam tembusnya small-grant sejumlah Rp 2,000,000. Small-grant tersebut diajukan oleh kelompok nelayan melalui proposal yang diperuntukkan dalam mendukung pengawasan buka tutup. Hal ini merupakan suatu terobosan dari lapangan, di mana LINI sangat mendukung kemandirian kelompok nelayan dalam berorganisasi sekaligus melakukan manajemen proyek.

Koordinator Program Banggai Laut, Muhammad Taufiq menambahkan jika kemandirian kelompok nelayan sebagai satu unit organisasi itu sangat penting untuk keberlanjutan program di lapangan, sekaligus keberlanjutan dari kelompok nelayan itu sendiri. Dengan melihat kesempatan-kesempatan yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok, kami mencoba mendorong partisipasi aktif kelompok dengan salah satunya yaitu pembuatan proposal kegiatan.

“Harapan kami ke depan, kelompok nelayan tidak hanya tergantung pada yayasan donor dan/atau program bantuan pemerintah saja, tetapi bisa lebih kreatif dalam mengembangan program dan usaha kelompok,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *