WALHI Sulsel Rilis Buletin Fakta Ekologi Edisi September 2026: Mengurai Krisis Kesehatan Lingkungan dan Suara Akar Rumput dalam Narasi Keberlanjutan

WALHI Sulsel Rilis Buletin Fakta Ekologi Edisi September 2026: Mengurai Krisis Kesehatan Lingkungan dan Suara Akar Rumput dalam Narasi Keberlanjutan

Departemen Riset dan Keterlibatan Publik WALHI Sulawesi Selatan secara resmi merilis Buletin Fakta Ekologi Edisi September 2026 bertajuk “Kesehatan Lingkungan Dalam Narasi Keberlanjutan”. Penerbitan buletin edisi khusus ini diluncurkan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Kesehatan Lingkungan Sedunia 2026. Publikasi ini bertujuan untuk menyuarakan fakta kondisi lingkungan di tingkat tapak sekaligus mendorong tindakan kolektif dalam merespons krisis ekologis yang mengancam kesehatan masyarakat.

Buletin Fakta Ekologi yang telah dikembangkan sejak Maret 2023 ini konsisten menyajikan empat rubrik utama, yakni Alarm SulSel (infografis kondisi lingkungan), Fakta Ekologi (laporan riset dan foto esai), Cerita Kampung (fakta dan narasi dari akar rumput), serta Info WALHI SulSel. Pada edisi kali ini, pembahasan difokuskan pada hubungan krusial antara kerusakan ekosistem dan dampak kesehatan yang ditanggung warga.

Krisis Ekologis dan Dampaknya bagi Kesehatan Publik

Laporan dalam buletin ini memaparkan gambaran mendalam mengenai krisis ekologis yang terjadi di Sulawesi Selatan. Salah satunya adalah pencemaran air pada sungai-sungai utama, termasuk Sungai Saddang yang tercatat berstatus tercemar sedang.

Di sisi lain, laju deforestasi di Sulawesi Selatan sepanjang periode 2012–2019 telah mencapai 66.158,64 hektar, atau setara dengan kehilangan hutan sebesar 1,1 hektar setiap jam, dengan tekanan terbesar terjadi di kawasan Luwu Raya akibat perluasan tambang nikel. Masalah ini makin diperberat oleh timbulan sampah di Sulawesi Selatan yang mencapai sekitar 4.900 ton per hari, namun baru sepertiga yang terkelola dengan baik.

Kerusakan ekologis tersebut membawa dampak langsung terhadap kesehatan publik, mulai dari meningkatnya risiko penyakit menular berbasis air hingga gangguan pernapasan. Dalam lingkup nasional, ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga September 2026 mencatatkan akumulasi 113.336 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang tersebar di tujuh provinsi terdampak.

Suara Akar Rumput

Edisi September 2026 ini merekam secara rinci berbagai penderitaan masyarakat di akar rumput:

  • Pulau Kabaena, Sulawesi Tenggara: Ekspansi tambang nikel di pulau kecil ini memicu solastalgia—rasa tertekan akibat hilangnya ruang hidup—serta menyebabkan lonjakan kasus batuk sesak, infeksi kulit, hingga kematian balita di tengah fasilitas kesehatan yang sangat terbatas.
  • Desa Ussu & Sungai Dundun (Luwu Timur & Pinrang): Sumber air bersih warga terganggu akibat terbelah oleh jalur kendaraan industri tambang nikel serta pencemaran limbah peternakan dari hulu sungai.
  • Dusun Bangsal, Sampang: Puluhan desa terjebak krisis kekeringan berulang setiap musim kemarau dan terus bergantung pada pasokan air tangki akibat belum tuntasnya tata kelola jaringan air.
  • Makassar & Semarang: Ancaman polusi mikro tercermin dari maraknya mikroplastik di Sungai Tallo, penumpukan sampah di TPA Tamangapa, hingga ditemukannya 204.610 puntung rokok di ruang publik Semarang yang berpotensi melepaskan racun ke ekosistem perairan dan rantai makanan.

Mengembalikan Hak atas Lingkungan Sehat

Melalui buletin ini, WALHI Sulawesi Selatan menegaskan kembali bahwa hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat adalah hak asasi warga negara yang dijamin dalam Pasal 28H UUD 1945. Seluruh pemangku kepentingan didesak untuk menghentikan praktik pembangunan ekstraktif yang mengorbankan ruang hidup rakyat.

WALHI Sulawesi Selatan mengundang rekan-rekan media, akademisi, pembuat kebijakan, dan seluruh masyarakat luas untuk membaca, mempelajari, serta menyebarluaskan Buletin Fakta Ekologi Edisi September 2026. Temukan laporan riset lengkap, data statistik, analisis kebijakan, foto esai, dan tuturan langsung dari warga akar rumput.

Unduh dan baca buletin selengkapnya melalui tautan berikut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *