Fakta Ekologi WALHI Sulsel: Sampah Menjadi Energi Listrik, Inovasi atau Bencana?

Fakta Ekologi WALHI Sulsel: Sampah Menjadi Energi Listrik, Inovasi atau Bencana?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Salam Adil dan Lestari

Halo Para Pembaca Setia Fakta Ekologi

Kota Makassar, kota dengan pertumbuhan penduduk yang begitu massif tengah menghadapi berbagai permasalahan serius utamanya terkait dengan pengelolaan sampah mulai dari hulu hingga hilir.

TPA Tamangapa Antang, tempat proses akhir sampah di Kota Makassar, hingga saat ini masih menggunakan sistem open dumping.

Selain itu, di sisi lain perlu juga diketahui bahwa sampah yang masuk ke TPA setiap harinya mencapai 650-750 ton. Pada tahun 2019 pengelola TPA Tamangapa mencatat jumlah volume sampah yang masuk sebanyak 254.253,491 m3 dan pada tahun 2020 naik menjadi 255.565,015 m3.

Dengan kondisi pengelolaan yang masih jauh dari harapan dan produksi sampah yang semakin meningkat tiap tahunnya, maka dapat dipastikan bahwa lingkungan TPA Tamangapa Antang di masa depan akan menimbulkan ancaman yang serius bagi masyarakat sekitar.

Akan tetapi, alih-alih menyelesaikan permasalahan sampah langsung dari hulu-nya, pemerintah Kota Makassar lebih memilih menyelesaikan masalah sampah dengan mengolahnya menjadi energi listrik (PSEL) yang dalam banyak kajian sangat berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.

Laporan selengkapnya dapat dibaca di sini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *