Fenomena Langka, Kemunculan Ubur-Ubur Ungu di Teluk Palu

Fenomena Langka, Kemunculan Ubur-Ubur Ungu di Teluk Palu

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

Warga Kota Palu, Sulawesi Tengah dikejutkan dengan kemunculan ubur-ubur berwarna ungu di teluk Palu. Sepekan terakhir keberadaan ubur-ubur ungu ini mendapat perhatian yang banyak dari warga lantaran merupakan fenomena yang tidak biasa.

“Baru ini saya lihat ubur-ubur dengan jumlah yang lumayan banyak di Palu, warnanya juga unik,” kata Wahono, warga Palu yang ditemui di Kawasan Kampung Nelayan melalui tvrisulteng.co.id.

Menurut Nur Masita M Ardy, Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Muda Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah kemunculan ubur-ubur ini disebabkan oleh banyak faktor. Ia menyebutkan kondisi lingkungan perairan yang sudah tercemar salah satu penandanya.

“Untuk kondisi lingkungan perairan terutama penyebabnya, diantaranya sampah yang terbawa arus permukaan mempengaruhi migrasi jalur ubur-ubur,” ungkap Sita melalui referensia.id.

Penampakan ubur-ubur ungu yang terdampar di Pantai Teluk Palu Sulteng (Foto: ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Ia juga menjelaskan jika munculnya ubur-ubur ungu atau dikenal dengan nama ubur-ubur mahkota ini lantaran pergerakan massa air laut, arus hingga suhu perairan. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak menyentuh langsung ubur-ubur ungu tersebut. Menurutnya ubur-ubur itu dapat mengeluarkan zat racun.

“Jangan dipegang kontak langsung, karena bisa gatal-gatal. Ubur-ubur bisa mengeluarkan toksin (zat racun), ungkapnya.

Ubur-ubur tersebut pertama kali muncul di area tambatan perahu nelayan di Kelurahan Talise, Palu. Ukuran rata-rata ubur-ubur tersebut berdiameter 10 hingga 15 sentimeter.

Berdasarkan beberapa sumber menyebutkan jika ukuran ubur-ubur tersebut berdiameter antara 10 sampai 50 centimeter yang berhabitat di laut dalam sekitar Laut Pasifik dan Atlantik Timur dan juga ditemukan di pesisir Pantai Selatan Sydney Australia.

Rujukan: referensia.id; TVRI Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *